Mengenal Internal Link Building SEO + 3 Cara Menerapkannya di Website

Internal Link Building SEO

Internal Link Building SEO adalah topik seputar SEO yang sangat jarang dibahas. Setidaknya, tingkat pencarian di Google dalam bahasa Indonesia, sangat minim. Para pakar SEO, juga jarang membahas materi ini.

Padahal internal link building juga dapat dikatakan sebagai faktor penentu SEO. Dimana, jika dilakukan dengan benar, dapat meningkatkan peringkat suatu website di hasil pencarian Google atau SERP (Search Engine Result Pages).

Apa itu internal link building dan bagaimana cara untuk menerapkannya?

Pada ulasan kali ini kami akan membahas secara menyeluruh mengenai apa itu internal link building dan juga cara penerapannya? Mari kita langsung saja. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Apa Itu Internal Link?

Sebelum lanjut membahas lebih detail mengenai internal link building SEO, ada baiknya jika anda memahami dengan baik terlebih dahulu mengenai apa itu internal link. Pasalnya masih cukup banyak pengembang website yang masih belum memahami dengan baik definisi internal link.

Secara sederhana, internal link adalah tautan atau hyperlink yang mengarah ke halaman lainnya dalam satu website yang sama. Dan ternyata, link jenis ini juga memberi dampat terhadap SEO.

Baca juga: 110 Daftar Backlink Gratis Terbaru

Apa Itu Internal Link Building SEO ?

Sedangkan untuk internal link building SEO. Istilah ini merujuk pada strategi SEO menghubungkan sebuah halaman website dengan halaman lainnya, tentunya dalam website yang sama. Sederhananya, internal linking ini adalah tahapan pembangunan internal link.  Di beberapa ulasan SEO Expert, istilah internal linking ini lebih familiar dengan istilah internal link building SEO.

Manfaat Internal Link Building SEO?

Pada bagian awal pembahasan, kami telah sedikit menyinggung bahwa internal link building ini adalah salah satu faktor penentu peringkat suatu website di hasil pencarian mesin pencari atau SERP.

Menerapkan internal link building dalam suatu website adalah hal yang sangat penting. Pasalnya, internal linking membantu mempermudah Google dalam merayapi halaman website anda dan memahami struktur website anda secara menyeluruh.

Selain membantu Google untuk merayapi halaman website anda dengan lebih mudah, internal link building juga memiliki sejumlah manfaat lainnya. Melansir dari halaman search engine journal, adapun sejumlah manfaat tersebut adalah sebagai berikut:

Mempermudah Google Untuk Menemukan Post Paling Penting di Website Anda

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa internal linking dapat membantu Google untuk merayapi website anda dengan lebih mudah. Namun tidak hanya itu, internal linking juga menjadi sinyal yang memberitahu Google post paling penting yang ada di dalam website anda.

Singkatnya, jika anda memiliki internal link yang menuju ke satu halaman atau artikel website. Maka Google akan menganggap bahwa halaman tersebut sebagai salah satu halaman penting di website anda.

Internal linking juga meningkatkan reputasi dari halaman atau artikel yang dijadikan tujuan internal link di mata Google. Sehingga halaman tersebut memiliki potensi untuk mendapatkan peringkat di halaman pertama pencarian Google (SERP).

Membantu Pengunjung Untuk Mengeksplor Website Anda

Manfaat lainnya juga melakukan internal link building atau internal linking ini adalah membantu pengunjung untuk mengeksplor halaman website anda. Internal linking akan membantu pengunjung untuk menemukan halaman penting lain yang terkait dengan halaman terakhir yang kunjungi.

Misalnya, jika anda memiliki halaman artikel mengenai cara melakukan internal linking, maka anda dapat merekomendasikan artikel lain yang terkait dengan artikel sebelumnya melalui internal link. Hal ini akan memungkinkan pengunjung untuk mengunjungi halaman artikel yang dibuat sebagai internal link tersebut.

Memberikan Trafik Kunjungan Ke Post Lama

Membantu memberikan trafik kunjungan organik ke halaman atau post yang kurang populer di website adalah manfaat terakhir menerapkan internal link building pada website anda. Seperti yang diketahui bahwa artikel lama akan cukup sulit untuk bersaing dengan artikel baru yang lebih update di pencarian Google.

Hal tersebut tentunya akan mengurangi trafik kunjungan organik ke halaman artikel lama tersebut. Salah satu untuk cara menjaga agar artikel lama di website anda tetap mendapatkan trafik kunjungan organik adalah dengan meletakkannya sebagai internal link di artikel baru. Tentu saja, dengan catatan artikel lama yang anda jadikan internal link berkaitan dengan topik yang dibahas di artikel yang baru

Bagaimana Cara Menerapkan Internal Link Building Yang Efektif?

Untuk membuat optimasi SEO menjadi lebih optimal, internal link building tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Jika hal ini dilakukan dengan salah, maka kemungkinan hal tersebut akan mempengaruhi nilai SEO dan reputasi website di mata Google.

Terdapat 3 langkah penting untuk melakukan internal link building. Ini menyangkut cara membangun link building yang berdampak pada SEO.

Menggunakan Link Tools

Menggunakan Link Tools menjadi langkah pertama yang disarankan untuk dilakukan dalam proses penerapan internal linking. Link Tools yang dimaksud disini sendiri adalah tool online yang mempermudah untuk menemukan halaman-halaman yang dapat anda hubungkan (internal linking).

Salah satu Link Tools yang cukup banyak digunakan oleh para praktisi SEO profesional adalah link tools bernama Screaming Frog. Tool Screaming Frog ini menyediakan fitur yang dapat menelusuri website anda dan menampilkan daftar halaman atau artikel berdasarkan halaman yang anda masukkan.

Misalnya, anda ingin membangun internal linking untuk topik internal linking. Maka anda dapat memasukkan kata “internal linking” ini ke dalam filter yang tersedia di screaming Frog dan kemudian tool online akan menampilkan daftar halaman atau artikel yang menyebutkan kata internal linking ini.

Salah satu keunggulan dari Screaming Frog ini, anda dapat mengunduh informasi daftar halaman yang ditelusuri ke dalam bentuk file Excel. Sehingga anda menyusun halaman mana saja yang dapat anda jadikan internal linking.

Selain Screaming Frog, terdapat sejumlah link tools lainnya yang dapat anda jadikan pilihan seperti Ahrefs, Moz dan juga Majestic.

Baca: 15 Backlink Checker Terbaik Yang Biasa Digunakan Pakar SEO

Optimasi Anchor Text

Salah satu aspek penting dalam penerapan internal link building SEO adalah anchor text. Anchor text ini adalah kata atau kalimat yang disematkan link di dalamnya.

Berdasarkan metode SEO tradisional, biasanya para praktisi SEO menjadikan keyword tertentu sebagai anchor text. Namun praktik ini saat banyak tidak direkomendasikan oleh para praktisi SEO, dikarenakan memiliki disebut memiliki efek manipulative yang mempengaruhi proses eksternal link building. 

Metode optimasi anchor text yang lebih disarankan adalah menjadikan teks atau kalimat yang dapat menjelaskan ke halaman mana pengunjung anda akan diarahkan.

Dalam hal ini, anda dapat langsung menyarankan nama halaman atau judul artikel di website anda yang ingin anda jadikan internal link.

Misalnya, anda memiliki artikel mengenai apa itu internal linking SEO, maka anda dapat menyarankan artikel lainnya yang berkaitan dengan artikel tersebut.

Salah satunya dengan mencantumkan teks atau kalimat terkait dengan kata kunci yang Anda ingin optimasi.

Jangan Terlalu Banyak Mencantumkan Internal Link

Internal link memang memberikan banyak manfaat untuk optimasi website dan juga mendatangkan trafik kunjungan organik untuk artikel lainnya. Namun sebaiknya anda tidak mencantumkan terlalu banyak internal link di dalam artikel yang anda rilis.

Pasalnya hal tersebut justru akan membuat Google mencurigai postingan anda bersifat manipulatif atau spam.

Terkait dengan jumlah internal link ideal yang dapat anda cantumkan di dalam artikel, sebenarnya terdapat banyak pendapat berbeda mengenai hal ini.

Berdasarkan salah satu ulasan di halaman search engine journal, dijelaskan bahwa jumlah internal link ini sangat tergantung dengan banyaknya kata yang ada di dalam suatu halaman atau artikel.

Namun jumlah paling normal yang disarankan oleh situs SEO Expert ini sendiri adalah sekitar 5 hingga 10 internal link.

Berbeda dengan ulasan dari halaman search engine journal, situs SEO Expert lainnya “neilpatel.com” menyarankan jumlah ideal internal link yang ada di dalam sebuah halaman atau artikel adalah sebanyak 3 hingga 4 internal link.

Rangkuman

Dari sejumlah pembahasan yang kami sampaikan di atas, terdapat beberapa poin yang menjadi bagian penting dalam artikel kami ini. Adapun beberapa diantaranya adalah:

Manfaat Internal Link Building

  • Mempermudah Google Untuk Menemukan Post Paling Penting di Website
  • Mengarahkan Pengunjung Untuk Mengeksplorasi Lebih Banyak Halaman di Website
  • Memberikan Trafik Kunjungan Ke Post Lama

Cara Menerapkan Internal Link Building

  • Menggunakan Link Tools
  • Melakukan Optimasi Anchor Text
  • Penyesuaian Jumlah Internal LInk di Halaman Website

Demikian beberapa ulasan yang berhasil kami rangkum mengenai cara menerapkan internal link building SEO di sebuah website. Mengingat bahwa internal linking adalah salah satu bagian penting dalam proses optimasi SEO, kami menyarankan agar anda mulai menerapkan strategi internal link building yang kami jelaskan di atas.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan anda tentang optimasi SEO. Jangan lupa juga untuk mengikuti artikel seputar SEO lainnya dari kami. Terima kasih.

Scroll to Top