Mengetahui Tentang Obat Gejala Stroke

Stroke dapat menyerang siapa saja tanpa mengenal usia maupun latar belakang seseorang. Namun, stroke dapat dicegah lebih awal jika mengonsumsi obat gejala stroke.

Baik stroke ringan, stroke iskemik, dan stroke hemoragik harus memperoleh penanganan medis. Sehingga proses penyembuhan lebih optimal dan mengurangi resiko stroke dimasa depan.

Hindari serangan stroke dengan mengetahui gejala-gejala yang dialami. Seperti gejala stroke ringan wajib disadari meskipun hanya berlangsung selama beberapa menit. Gejala-gejala stroke dapat menjadi peringatan agar mengubah gaya hidup sehat dan menghindari obat-obatan terlarang.

Gejala Stroke

Obat Gejala Stroke

Menurut penelitian dari The American Stroke Associationatau atau disingkat FAST. Beberapa gejala stroke yang biasanya dialami pasien sebelum benar-benar terserang stroke, yakni:

  1. Face drooping, dimana sebagian atau seluruh wajah penderita terlihat lebih ‘turun’. Perubahan seperti ini dapat terlihat ketika tersenyum membuat sudut yang kurang simetris. Terutama saat menjulurkan lidah, ada bagian lidah yang tampak miring ke sisi lain. Disamping itu, membuat mati rasa pada bagian wajah tertentu. 
  2. Arm weakness, yakni kelemahan dan kehilangan kekuatan pada salah satu bagian tangan. Diawali dengan merasakan lemas berlebihan, sulitnya mengangkat lengan, dan mati rasa.
  3. Speech problems, membuat bibir penderita sulit mengucapkan kata dan kalimat. Dalam hal ini membuat cara berbicara menjadi pelo. Penderita tidak mampu mengucap kalimat dengan jelas. Disamping itu, kurang memahami atau mencerna kalimat yang diucapkan oleh lawan bicara.

Ketiga gejala diatas merupakan merupakan gejala spesifik yang dialami penderita stroke iskemik. Tetapi sebelum terserang stroke, para penderita mengalami hal berikut.

  • Kelumpuhan pada bagian atau sisi tubuh, contohnya area wajah, lengan, atau kaki
  • Cara berbicara cadel, kacau, dan kurang jelas
  • Sulit atau kebingungan dalam memahami perkataan orang lain
  • Pandangan mata menjadi kabur
  • Mengalami kebutaan pada kedua mata atau salah satu mata
  • Mati rasa mendadak dan kesemutan yang terjadi pada bagian tubuh tertentu
  • Mengalami pusing secara luar biasa
  • Sulit berjalan karena kehilangan keseimbangan secara mendadak

Apabila gejala-gejala stroke dialami maka segera pergi ke dokter ataupun rumah sakit. Hindari mempercayakan penuh kepada pengobatan tradisional. Intinya mengutamakan pengobatan medis terlebih dahulu. 

Baca juga: 10 Cara Mendapatkan Uang dari Internet untuk Pelajar Tanpa Modal

Obat Gejala Stroke

Gejala stroke masih bisa dihindari sejak dini dengan mengubah gaya hidup sehat dan memperbaiki kesehatan psikis. Namun, apabila menunjukkan gejala-gejala terkena stroke dapat segera diminimalisir. Simak ulasan berikut mengenai obat stroke untuk gejala awal yang diberikan terhadap pasien. Check this out!

1. Antiplatelet

Obat antiplatelet merupakan obat pengencer darah. Biasanya diberikan kepada penderita stroke ringan yang sedang memperoleh penanganan medis. Selain itu, digunakan untuk pengobatan stroke iskemik.

Penggunaan antiplatelet membantu memecahkan gumpalan darah yang ada dalam tubuh karena stroke merupakan penyakit yang mengganggu peredaran darah. Sekaligus mencegah gumpalan baru terjadi. Contoh obat-obatan antiplatelet yakni clopidogrel, prasugrel (Effient),  aspirin, dan aspirin-dipyridamole (Aggrenox). 

2. Antikoagulan

Antikoagulan merupakan jenis obat untuk mengencerkan darah seperti antiplatelet. Contoh antikoagulan yakni rivaroxaban (Xarelto), warfarin (Coumadin),  dan apixaban (Eliquis). Dokter menganjurkan pemberian antikoagulan berdasarkan kondisi kesehatan dan riwayat penyakit pasien.

Misalnya obat warfarin diberikan kepada pasien yang memiliki irama jantung tidak teratur, pernah mengalami serangan jantung, dan katup jantung buatan. Penggunaan warfarin harus disertai tes darah dan pemantauan ketat. Berbeda dari obat apixaban dan rivaroxaban yang saat digunakan tidak membutuhan pemantauan.

3. Statin

Obat jenis statin juga sangat beragam. Seperti Atorvastatin, Lovastatin, Pravastatin, Rosuvastatin, Fluvastatin, dan Simvastatin. Biasanya diberikan jika mengalami stroke atau gejala stroke dengan kolesterol tinggi. Pasalnya, kondisi kolesterol tinggi menyebabkan serangan jantung, stroke ringan, stroke iskemik, dan penyakit lainnya.

4. Heparin

Heparin bukanlah obat pengencer darah. Melainkan, bekerja untuk mendorong protein anti-pembekuan pada tubuh agar bekerja semakin optimal. Alhasil diharapkan dapat memperlancar aliran darah menuju otak maupun ke seluruh bagian tubuh.

Pemberian dosis atau kadar heparin wajib dikontrol oleh dokter secara berkala. Heparin akan berpengaruh buruk jika digunakan oleh pasien dengan penyakit jantung, hati, gangguan ginjal. Pasalnya beresiko mengubah efek heparin pada pembuluh darah.

Disamping itu, penggunaan heparin tidak sesuai dosis menyebabkan efek samping. Misalnya mati rasa, demam, pendarahan, menggigil, perubahan warna, dan kesulitan bernapas.

5. Obat Trombolitik

Obat trombotik contohnya recombinant tissue plasminogen activator (rTPA). Diberikan bagi pasien dengan gejala stroke ringan sering . rTPA hanya diberikan melalui injeksi pada infus yang dialirkan menuju pembuluh darah. Trombolitik bekerja melarutkan pembekuan atau gumpalan darah yang menghambat aliran darah menuju otak.

Apabila kurang peka terhadap gejala stroke yang dirasakan maka bersiaplah akibat fatal menanti Anda. Oleh karenanya hindari stroke lebih cepat akan lebih baik. Apalagi mengingat proses penyembuhan stroke cenderung lama dan menimbulkan efek kesehatan jangka panjang. Semoga ulasan obat gejala stroke bermanfaat.

Scroll to Top